Langsung ke konten utama

Postingan

Untaian Jiwa - Sampah Dunia

Sampah Dunia Dia pandai berkilah Pandai berakting pula Selain itu, ia pandai menyalahkan orang Ya, sampah dunia 7 Oktober 2023 selalu diingatnya Sehingga pejuang kami dicap teroris olehnya Ku tertawa terbahak Dia lupa berapa tahun menyakiti saudara kami  Itu bentuk pembelaan pejuang kami Tidak terima, itupun hal yang kami rasakan atas perilaku mu Tidak tahu malu Mengebom ke mana saja dengan dalih persembunyian pejuang kami di sana Aturan perang tak lagi dijalankan Manusia tidak bersalah dibunuh menyakitkan Sumber makanan dan air minum dihancurkan Sampah dunia, Manusia yang tak lagi berfungsi akal dan nuraninya Mati, mati, mati

Antara Hidup dan Mati - Cerpen Remaja

BUNGA layu itu tersenyum putus asa, menanti masa depannya akan seperti apa. Jika aku bunga, maka aku adalah bunga yang hidup di atas tanah tandus. Beberapa orang yang melihatku langsung, ekspresinya akan berubah menjadi kasihan. Ada juga yang berterus terang tentang kekhawatirannya padaku. Pada saat itu aku hanya tersenyum dan mengatakan akan menjalani hidup yang baik. Mendapat hal itu semua dari orang yang tahu kisah hidupku, adalah sebuah kesenangan tersendiri. Tetapi di lain kesempatan, aku merasa orang-orang tidak perlu mengasihaniku begitu. Ada kalanya aku hanya ingin diberi kata semangat. “Randy! Lu minjem uang ya ke Marlo?” teriakan dari orang yang kukenal itu menghentikan langkahku membuka pintu gerbang rumah. Aku melihat orang yang bertanya kepadaku itu. Gendis. Gadis itu selalu ikut campur dengan segala hal yang aku lakukan. Aku tersenyum dan mengonfirmasi jawabannya. “Iya. Kenapa?” Gendis tampak kesal dengan jawabanku. Lalu ia menghampiriku dengan seragam SMA-nya. Dia tampak...

Puisi untuk Palestina “Hukum Dunia”

Hukum Dunia? Dunia ini sangat aneh Di sana ada huru hara tetapi manusia yang berkuasa hanya diam saja Darah berceceran Anak-anak dibunuh tanpa rasa kasihan Rumah sakit dibom tak berperikemanusiaan Orang yang tengah beribadah pun mereka ganggu Tercela Begitu hina bangsa itu Organisasi perdamaian seolah buta serta tuli Tangisan saudaraku kau anggap angin lalu Mereka hanyalah tamu yang mengusir pemilik rumah lantas saat pemilik rumah membela diri, mereka menamai saudaraku teroris Pandai sekali mereka memainkan peran layaknya korban Munafik Kau mungkin takut memberi sanksi pada mereka lantaran zionis didukung penguasa dunia Dunia yang nilainya tidak lebih dari sebelah sayap nyamuk Hina Tetap i ke tahuilah, Saudaraku tidak akan pernah menyerah Semangat jihad mereka luar biasa Saudaraku bukan pengecut Biar hukummu tidak berpihak pada saudaraku tetapi Tuhan akan membersamai saudaraku Zionis, penyokongnya, dan kau bersiaplah jadi santapan api neraka