Dokumentasi pribadi - Siska Amelia. 1 Januari 2026 aku memulainya dengan merampungkan novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Buku ini sudah aku baca mulai pertengahan bulan, tahun lalu. Namun karena sering menunda, akhirnya aku bisa menyelesaikannya awal tahun ini. For first time membaca prolognya, aku disuguhkan karakter Borno yang ingin tahu tentang apa pun. Saat itu ia masih enam tahun, namun pertanyaan yang ia ajukan kepada orang terdekatnya membuat pusing. Mereka enggan menjawab pertanyaan Borno, karena itu terlalu absurd. Namun tidak dengan Pak Tua, tokoh ini mampu menjawab pertanyaan Borno. Hal itu membuat Borno merasa bahagia. Hal menarik lain dalam novel ini adalah tentang pekerjaan Borno. Ia hanya lulusan SMA yang sering bergonta-ganti pekerjaan. Tetangga di Sungai Kapuas sering menjahilinya. Hingga akhirnya ia pun belajar mengemudi sepit dan menjadikan pekerjaannya. Di novel ini ada satu kutipan menarik, yaitu: "Kau tahu, B...
Sampah Dunia Dia pandai berkilah Pandai berakting pula Selain itu, ia pandai menyalahkan orang Ya, sampah dunia 7 Oktober 2023 selalu diingatnya Sehingga pejuang kami dicap teroris olehnya Ku tertawa terbahak Dia lupa berapa tahun menyakiti saudara kami Itu bentuk pembelaan pejuang kami Tidak terima, itupun hal yang kami rasakan atas perilaku mu Tidak tahu malu Mengebom ke mana saja dengan dalih persembunyian pejuang kami di sana Aturan perang tak lagi dijalankan Manusia tidak bersalah dibunuh menyakitkan Sumber makanan dan air minum dihancurkan Sampah dunia, Manusia yang tak lagi berfungsi akal dan nuraninya Mati, mati, mati