Langsung ke konten utama

Untaian Jiwa - Sampah Dunia


Sampah Dunia

Dia pandai berkilah
Pandai berakting pula
Selain itu, ia pandai menyalahkan orang

Ya, sampah dunia
7 Oktober 2023 selalu diingatnya
Sehingga pejuang kami dicap teroris olehnya
Ku tertawa terbahak

Dia lupa berapa tahun menyakiti saudara kami 
Itu bentuk pembelaan pejuang kami
Tidak terima, itupun hal yang kami rasakan atas perilaku mu

Tidak tahu malu
Mengebom ke mana saja dengan dalih persembunyian pejuang kami di sana
Aturan perang tak lagi dijalankan
Manusia tidak bersalah dibunuh menyakitkan
Sumber makanan dan air minum dihancurkan

Sampah dunia,
Manusia yang tak lagi berfungsi akal dan nuraninya
Mati, mati, mati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siska Notes - Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye

Dokumentasi pribadi - Siska Amelia.      1 Januari 2026 aku memulainya dengan merampungkan novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Buku ini sudah aku baca mulai pertengahan bulan, tahun lalu. Namun karena sering menunda, akhirnya aku bisa menyelesaikannya awal tahun ini.     For first time membaca prolognya, aku disuguhkan karakter Borno yang ingin tahu tentang apa pun. Saat itu ia masih enam tahun, namun pertanyaan yang ia ajukan kepada orang terdekatnya membuat pusing. Mereka enggan menjawab pertanyaan Borno, karena itu terlalu absurd. Namun tidak dengan Pak Tua, tokoh ini mampu menjawab pertanyaan Borno. Hal itu membuat Borno merasa bahagia.     Hal menarik lain dalam novel ini adalah tentang pekerjaan Borno. Ia hanya lulusan SMA yang sering bergonta-ganti pekerjaan. Tetangga di Sungai Kapuas sering menjahilinya. Hingga akhirnya ia pun belajar mengemudi sepit dan menjadikan pekerjaannya. Di novel ini ada satu kutipan menarik, yaitu: "Kau tahu, B...

Antara Hidup dan Mati - Cerpen Remaja

BUNGA layu itu tersenyum putus asa, menanti masa depannya akan seperti apa. Jika aku bunga, maka aku adalah bunga yang hidup di atas tanah tandus. Beberapa orang yang melihatku langsung, ekspresinya akan berubah menjadi kasihan. Ada juga yang berterus terang tentang kekhawatirannya padaku. Pada saat itu aku hanya tersenyum dan mengatakan akan menjalani hidup yang baik. Mendapat hal itu semua dari orang yang tahu kisah hidupku, adalah sebuah kesenangan tersendiri. Tetapi di lain kesempatan, aku merasa orang-orang tidak perlu mengasihaniku begitu. Ada kalanya aku hanya ingin diberi kata semangat. “Randy! Lu minjem uang ya ke Marlo?” teriakan dari orang yang kukenal itu menghentikan langkahku membuka pintu gerbang rumah. Aku melihat orang yang bertanya kepadaku itu. Gendis. Gadis itu selalu ikut campur dengan segala hal yang aku lakukan. Aku tersenyum dan mengonfirmasi jawabannya. “Iya. Kenapa?” Gendis tampak kesal dengan jawabanku. Lalu ia menghampiriku dengan seragam SMA-nya. Dia tampak...

Puisi untuk Palestina “Hukum Dunia”

Hukum Dunia? Dunia ini sangat aneh Di sana ada huru hara tetapi manusia yang berkuasa hanya diam saja Darah berceceran Anak-anak dibunuh tanpa rasa kasihan Rumah sakit dibom tak berperikemanusiaan Orang yang tengah beribadah pun mereka ganggu Tercela Begitu hina bangsa itu Organisasi perdamaian seolah buta serta tuli Tangisan saudaraku kau anggap angin lalu Mereka hanyalah tamu yang mengusir pemilik rumah lantas saat pemilik rumah membela diri, mereka menamai saudaraku teroris Pandai sekali mereka memainkan peran layaknya korban Munafik Kau mungkin takut memberi sanksi pada mereka lantaran zionis didukung penguasa dunia Dunia yang nilainya tidak lebih dari sebelah sayap nyamuk Hina Tetap i ke tahuilah, Saudaraku tidak akan pernah menyerah Semangat jihad mereka luar biasa Saudaraku bukan pengecut Biar hukummu tidak berpihak pada saudaraku tetapi Tuhan akan membersamai saudaraku Zionis, penyokongnya, dan kau bersiaplah jadi santapan api neraka